Jumat, 04 November 2011

Foto - Sejarah Negara Pemenang Juara Piala Dunia 1930-2010

1930 : Uruguay
Mimpi presiden FIFA saat itu, Jules Rimet menjadi kenyataan, saat Piala Dunia pertama diselenggarakan di Uruguay. Piala Dunia pertama ini tanpa babak kualifikasi, tapi melalui undangan. Hanya empat negara Eropa yang akhirnya mengikuti kompetisi ini dan mereka harus menempuh jarak begitu jauh untuk menyebrangi samudra. Di pertandingan final, Uruguay melawan negara tetangga nya Argentina seperti di olimpiade tahun 1928 dan berhasil meraih gelar juara dengan skor kemenangan 4-2. 


 
1934 : Italia
Italy mendapatkan dukungan penuh saat melawan chekoslovakia di final piala dunia yang untuk pertama kalinya di gelar di daratan Eropa. Angelo Schiavio mencetak gol untuk Azzurri, ia pun mencetak gol di pertandingan semi final melawan Austria. Sementara Italy sangat berambisi untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 1934,  Uruguay justru menolak untuk berpartisipasi. Piala Dunia tahun 1934 ini menjadi Piala Dunia pertama yang memberlakukan babak kualifikasi sebelum maju ke putarana final. Dari 32 negara yang mengikuti kualifikasi, akhirnya 16 negara lolos untuk masuk putaran final. Dan Itali menjadi juara setelah mengalahkan Chekoslovakia dengan skor 2-1


 
1938 : Italia
Pelatih Italy  Vittorio Pozzo menorehkan sejarah . melalui gol Silvio Piola dan kepemimpinan Giuseppe Meazza , Italy memukul mundur Hungaria di pertandingan final setelah sebelumnya melawan Brazil di semi final. Tiga pemain penyerang nya pernah membawa kemenangan 6-5 atas Polandia di penyisihan Piala Dunia Perancis, dimana pertandingan itu tercatat sebagai salah satu pertandingan terbaik sepanjang masa. Italy pun menang dua tahun berturut-turut. Dan di tahun ini pulalah Indonesia mengukir namanya di persepakbolaan dunia. Indonesia yang saat itu di kenal dengan “Negara Hindia Belanda” mewakili Asia di Piala Dunia setelah Jepang mengundurkan diri dari keikutsertaannya.


 
1950: Uruguay
Setelah pergolakan politik dan perang dunia II yang berlangsung hampir 12 tahun, Brazil ditunjuk oleh FIFA sebagai tuan rumah Piala Dunia ketiga, Brazil pun membuat stadion terbesar , Maracana, untuk Piala Dunia 1950 ini. Uruguay dihadapan sekitar 200.000 penonton memenangkan komepetisi ini, dan mengalahkan Brazil dengan skor 2-1.


 
1954 : Jerman Barat
Jerman Barat memenangkan Piala Dunia 1954.  Kemenangan itu adalah hasil dua gol mengalahkan Hungaria dengan skor 3-2. Hungaria tak terkalahkan di 31 pertandingan sebelumnya dan telah mencetak 25 gol hingga maju ke putaran final. Dimana 8 gol yang dicetak adalah saat berhadapan dengan Jerman Barat di putaran pertama. Meskipun begitu yang mengangkat PIala Jules Rimet tetaplah Fritz Walter, bukan Ferenc Puskas


 
1958 : Brasil
“Kisah Cinta”  Brazil dengan  FIFA Piala Dunia dimulai saat mereka memenangkan kompetisi ini untuk pertama kali nya di Piala Dunia ke-enam. Pele yang saat itu berusia 17 tahun pun memperkenalkan keahlian nya ke seluruh dunia. Dengan skor telak 5-2 melawan tuan rumah, Brazil menunjukan kepada dunia bahwa mereka negara yang layak diperhitungkan dalam persepakbolaan dunia.


 
1962 : Brasil
Brazil berhasil mempertahankan mahkota kemenangannya. Mengalahkan Chekoslowakia di babak final dengan skor 3-1 sekaligus mengukuhkan kemampuan Garrincha di lapangan. Fifa Piala Dunia 1962 pun memperkanalkan teknik permainan 4-3-3 untuk pertama kalinya dan pertempuran antara tuan rumah Chili dan Itali yang dikenal dengan sebutan Battle of Santiago.


 
1966 : Inggris
Negara yang disebut-sebut sebagai penemu olahraga sepakbola, Inggris, akhirnya menemukan formula untuk meraih sukses di kancah dunia. Bukan hanya ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggara Piala Dunia ke-delapan,  Inggris pun meraih kemenangan dengan skor 4-2 setelah melawan Jerman Barat di final. Di Piala Dunia Inggris lah, Willie, Singa yang merupakan symbol Britany Raya, diperkenalkan pertamakalinya sebagai salah satu maskot Piala Dunia.


 
1970 : Brasil
Untuk pertama kalinya Piala Dunia ditayangkan di televisi secara berwarna, tidak ada yang dapat menandingi  kemegahan warna “kuning” seragam Brazil saat itu. Dengan kembalinya Pele dan Jairzinho yang berhasil mencetak gol di setiap permainan, mereka menjadi tim yang tidak terhentikan. Mereka mengalahkan Itali di pertandingan final. Dengan demikian piala Jules Rimet berhak dimiliki oleh Brazil karena telah memnangkan kompetisi sebanyak tiga kali.  Di Piala Dunia 1970, peraturan pergantian pemain, kartu kuning dan kartu merah diberlakukan untuk pertama kalinya.


 
1974 : Jerman Barat
Jerman barat menjadi juara Piala Dunia di negaranya setelah melawan Belanda di pertandingan final. Piala Jules Rimet tidak lagi diperebutkan di Piala Dunia Jerman. Sebagai penggantinya piala hasil karya seniman Italia berbentuk dua orang pria yang sedang mengusung bola dunia dimiliki oleh Jerman untuk pertama kalinya. Di Piala Dunia 1974 juga pertama kalinya diberlakukan sistim group, dimana 16 negara yang lolos ke putaran final dibagi menjadi 4 group yang terdiri dari 4 negara


 
1978 : Argentina
Argentina memenangkan kompetisi ini melalui perpanjangan waktu di final melawan Belanda. Piala Dunia 1978 dikenang pula karena confetti, potongan kertas yang dihamburkan sebelum permainan final ini, membuat Argentina dan Belanda bagaikan main di lapangan salju. Di tahun ini Cruyff absen membela tim Belanda. Di Piala Dunia Argentina pula lah Gol ke-1000 Piala Dunia di cetak. Rob Rensenbrink, pemain Belanda, mencetak gol tersebut saat berhadapan dengan Skotlandia


 
1982 : Italia
Paolo Rossi adalah pahlawan Itali di Spanyol, melalui 6 gol yang dicetaknya selama kompetisi, Italy merebut kemenangan yang ketiga dan menyamai rekor Brazil. Italy menang dengan skor 3-1 melawan Jerman di putaran final. Di Piala Dunia Spanyol, pertama kalinya dilakukan penambahan jumlah tim yang bertanding, dari 16 tim menjadi 24 tim


 
1986 : Argentina
Piala Dunia kembali dilangsungkan di Meksiko. Kompetisi ini mencatat kehebatan Diego Maradona. Argentina mengalahkan Jerman Barat di final. Namun permainan favorite sepanjang kompetisi ini adalah pertarungan antara Inggris dan Argentina, dimana maradona mencetak 2 gol untuk kemenangan Argentina 2-1. Gol itu dikenal dengan sebutan “Gol Tangan Tuhan


 
1990 : Jerman Barat
Ketika Lothar Matthaus mengangkat piala untuk Jerman di Piala Dunia 1990 Itali, itu adalah kemenangan tak terbantahkan untuk Franz Beckenbauer, Franz Beckenbauer mencatatkan diri sebagai orang pertama yang sukses merebut trofi Piala Dunia kala menjadi pemain dan kapten di Piala Dunia 1974 dan saat menjabat pelatih di Piala Dunia 1990 . Piala Dunia Itali 1990 disebut-sebut sebagai kompetisi paling membosankan di sepanjang penyelenggaraan Piala Dunia. Pertandingan final antara Jerman Barat dan Argentina pun hanya menghasilkan 1 gol untuk Jerman barat melalui tendangan pinalti


 
1994 : Brasil
Amerika sukses menjadi tuan rumah Piala Dunia ke-15. Dengan jumlah penonton total lebih dari 3,5 juta orang, Amerika membuat sejarah dalam penyelenggaraan Piala Dunia. Brazil memenangkan kompetisi ini setelah melawan Italia dan menang atas pinalti 3-2.  Romario dan Bebeto merupakan pemain Bintang yang berperan besar membawa Brazil ke posisi puncak Piala Dunia 1994


 
1998 : Perancis
Kota asal dari pencetus Piala Dunia Jules Rimet, Perancis menikmati musim panas tak terlupakan saat berhasil menyandang gelar terbaik Piala Dunia 1998. Zinedine Zidane memimpin tim nya menuju kemenangan setelah mengalahkan Brazil 0-3 di pertandingan final. Tahun ini adalah Piala Dunia dengan kartu merah terbanyak sepanjang masa, sebelum akhirnya Piala Dunia tahun 2006 mengalahkan gelar “pelanggaran terbanyak” tersebut.


 
2002 : Brasil
Untuk pertama kalinya Piala Dunia diselenggarakan di luar benua Amerika dan Eropa. Brazil menjadi pemenang kompetisi ini untuk kelima kalinya. Piala Dunia 2002, dilakukan di dua negara Korea dan Jepang. Dan ditahun ini Korea berhasil maju hingga babak 4 besar. Piala Dunia tahun ini dipenuhi oleh kejutan-kejutan, dibuka oleh kekalahan Perancis oleh Senegal dan ditutup oleh kemenangan Turki menjadi nomor tiga terbaik.


 
2006 : Italia
Jerman menjadi tuan rumah Piala Dunia untuk kedua kalinya. Di Piala Dunia tahun ini, Itali merebut gelar ke-empat nya setelah mengalahkan Prancis melalui adu penalty 5-3. Dan untuk pertama kali nya juara bertahan tidak dapat langsung lolos ke putaran selanjutnya, untuk itu Brazil tetap harus mengikuti babak kualifikasi. Jika gol ke-1000 piala dunia di cetak di Argentina tahun 1978, maka di Piala Dunia 2006 jerman lah gol ke-2000 berhasil digulirkan oleh Marcus Allbäck, pemain asal swedia



2010 - Spanyol

Spanyol menjadi Juara Dunia 2010 setelah mengalahkan Belanda di laga final dengan skor 1-0 di Soccer City Stadium, Johannesburg,aruka selatan.Andres Iniesta menjadi pahlawan kemenangan Spanyol dengan gol tunggalnya ke gawang Belanda di babak kedua perpanjangan waktu

Itulah Foto dan Sejarah Negara Pemenang Juara Piala Dunia 1930-2010, Semoga Menghibur dan Bermanfaat.
Sumber : Berita Aneh Unik Lucu

Kamis, 03 November 2011

10 Kiper Terbaik Sepanjang Sejarah Sepak Bola Dunia .

Inilah Dia Daftar 10 Kiper Terbaik Sepanjang Sejarah Sepak Bola Dunia, saat Ini …
1. Peter Schmeichel (Denmark)
[imagetag] - 10 Kiper terbaik sepanjang sejarah sepak bola dunia
Tinggi besar, rambut pirang, dan hidung merah. Tiga hal tersebut adalah hal yang selalu tampil di ingatan bila nama Schmeichel disebut. Namun bagi para striker yang menjadi lawan Manchester United dan tim nasional Denmark, The Great Dane itu menjadi tembok raksasa yang tak dapat ditembus.
Tingkat refleksnya yang mengagumkan bagi orang seukuran dia, serta kemampuannya mengubah pertahanan menjadi penyerangan langsung lewat lemparan jauhnya ke para penyerang, menjadi salah satu alasan utama mengapa United menjadi tim yang mendominasi Liga Primer Inggris di era 90an.

2.  Nelson Dida (Brasil)
[imagetag] - 10 Kiper terbaik sepanjang sejarah sepak bola dunia
Setelah Claudio Taffarel, Dida menjadi kiper baru asal Brasil yang diperhitungkan dalam dunia sepakbola. Hal itu terbukti saat dirinya menjadi kiper pertama dari tim Samba yang termasuk dalam kandidat peraih Ballon d’Or di tahun 2003 dan 2005.
Biarpun Dida telah memenangkan Piala Dunia bersama Brasil, dan berbagai gelar domestik & internasional bersama AC Milan, sayangnya ia juga dikenal akibat beberapa insiden yang kurang baik. Yang terakhir adalah saat ia pura-pura jatuh dan terluka saat disentuh oleh seorang suporter Glasgow Celtic di pertandingan Liga Champions.

3. Dino Zoff (Italia)
[imagetag] - 10 Kiper terbaik sepanjang sejarah sepak bola dunia
Piala Dunia 1982 menjadi puncak prestasi Zoff. Di usianya yang ke-40, ia menjadi pemain tertua yang memenangkan Piala Dunia. Selain itu, ia juga menjadi kiper kedua yang menjadi kapten di tim yang juara, dan juga terpilih menjadi kiper terbaik.
Padahal di awal karirnya, ia sempat ditolak oleh Inter Milan dan Juventus karena dianggap kurang tinggi. Di jajak pendapat untuk mencari kiper terbaik di abad ke-20 yang dilaksanakan oleh Federasi Internasional Statistik dan Sejarah Sepakbola (IFFHS), Zoff berada di posisi ketiga di bawah Lev Yashin (Uni Soviet) dan Gordon Banks (Inggris).

4. Edwin van der Sar (Belanda)
[imagetag] - 10 Kiper terbaik sepanjang sejarah sepak bola dunia
Saat van der Sar memblok tendangan Nicolas Anelka di final Liga Champions, ia benar-benar menjadi momok bagi pemain Chelsea saat adu penalti. Hal itu karena di ajang Community Shield sebelumnya, ia juga telah melakukan hal yang sama dengan menepis semua tendangan penalti yang dilakukan pemain The Blues.
Van der Sar menjadi pemain yang paling banyak membela tim nasional Belanda dengan tampil sebanyak 128 kali dan akhirnya pensiun setelah Euro 2008. Ia juga mencatatkan dirinya sebagai kiper yang menjuarai Liga Champions bersama dua klub yang berbeda, yaitu Ajax Amsterdam dan Manchester United.

5. Gianluigi Buffon (Italia)
[imagetag] - 10 Kiper terbaik sepanjang sejarah sepak bola dunia
Nilai transfer yang menjadikannya kiper termahal di dunia menjadi bukti kepiawaian Buffon (foto) menjaga gawang di lapangan hijau. Selain itu, sederet gelar individual yang diraihnya dari berbagai pihak juga menjadi jaminan atas kemampuannya.
Saat di Piala Dunia 2006, gawangnya tidak tertembus satu gol pun selama 453 menit hingga akhirnya Azzurri menjadi juara dan Buffon mendapatkan Lev Yashin Award sebagai kiper terbaik selama turnamen tersebut.

6. Gordon Banks (Inggris)
[imagetag] - 10 Kiper terbaik sepanjang sejarah sepak bola dunia
Banks menjadi pilihan pertama manajer Inggris Sir Alf Ramsey saat Three Lions menjuarai Piala Dunia 1966. Namun, ia baru menjadi legenda di dunia sepakbola lewat tindakan yang dilakukannya empat tahun kemudian di Piala Dunia Meksiko.
Saat Inggris bertanding melawan Brasil, Pele menanduk bola ke tiang jauh gawang Inggris sambil berteriak “Gol!”. Hal itu dilakukannya karena ia sangat yakin Banks tidak dapat menyelamatkan gawangnya.
Tetapi Banks yang berada dalam posisi yang salah, berhasil melompat ke arah yang berlawanan dan menyentuh bola tersebut dengan sebagian ibu jarinya hingga bola itu mental melewati mistar gawang.
Sang kiper tahu ia dapat menyentuh bola, namun berpikir bolanya masih melewati garis gawang. Ia baru sadar tidak terjadi gol setelah mendengar sambutan dari penonton di stadion dan diselamati oleh kapten Bobby Moore. Pele sendiri mengatakan kalau penyelamatan yang dilakukan Banks tersebut adalah yang terhebat yang pernah ia saksikan.

7. Iker Casillas (Spanyol)
[imagetag] - 10 Kiper terbaik sepanjang sejarah sepak bola dunia
Ia baru berusia 27 tahun, tetapi telah tampil lebih dari 300 kali bagi Real Madrid dan menjadi kiper kedua yang bermain paling banyak bagi tim nasional Spanyol setelah Andoni Zubizarreta. Saat Spanyol menjuarai Euro 2008, Casillas menjadi kiper pertama yang menjadi kapten di tim juara turnamen Eropa.
Walaupun ia baru bermain di tim senior Madrid sejak 1999, ia kelihatannya selalu menjadi pilihan pertama Los Merengues di bawah mistar. Di usianya yang ke-19, Casillas menjadi kiper paling muda yang tampil di final Liga Champions saat Madrid mengalahkan Valencis 3-0.

8. Lev Yashin (Uni Soviet)
[imagetag] - 10 Kiper terbaik sepanjang sejarah sepak bola dunia
Pemain legendaris ini merupakan kiper yang berada di urutan paling atas dalam jajak pendapat yang dilakukan oleh IFFHS. Yashin terpilih berkat kemampuan atletisnya dan juga postur tubuhnya yang membuat gentar para pemain penyerang lawan.
Ia mendapat julukan Laba-Laba Hitam karena selalu mengenakan kostum hitam dan juga karena keahliannya menepis tembakan lawan seolah-olah membuatnya memiliki delapan tangan.
Pemakaian namanya oleh FIFA untuk penghargaan bagi kiper terbaik di setiap Piala Dunia merupakan pengakuan insan sepakbola dunia terhadap prestasinya.

9. Petr Cech (Republik Ceko)
[imagetag] - 10 Kiper terbaik sepanjang sejarah sepak bola dunia
Ketika Chelsea menjadi juara Liga Primer selama dua kali berturut-turut, banyak pihak menganggap itu adalah akibat dari tangan dingin Jose Mourinho. Tetapi yang berada di bawah mistar The Blues adalah Cech, yang baru dibeli dari Rennes dan tadinya akan dijadikan cadangan Carlo Cudicini.
Saat Cech harus absen selama tiga bulan akibat benturan dengan pemain Reading Stephen Hunt, Chelsea gagal mempertahankan gelar Liga Primer. Insiden tersebut membuat Cech harus mengenakan pelindung kepala hingga sekarang.
Cech menjadi kiper terbaik 2008 pilihan UEFA, dan walaupun sempat membuat blunder di Euro 2008 saat melawan Turki, ia tetap menjadi pilihan pertama di tim nasional Republik Ceko dan juga Stamford Bridge.

10. Rinat Dasayev (Uni Soviet)
[imagetag] - 10 Kiper terbaik sepanjang sejarah sepak bola dunia
Bila tidak ada trio Belanda Ruud Gullit, Frank Rijkaard, dan Marco van Basten, bisa jadi tim Uni Soviet yang akan menjadi juara di Euro 1988. Dasayev tampil cemerlang selama berlangsungnya turnamen di Jerman, dan hanya Gullit dan tendangan volley van Basten yang mampu mematahkan perlawanan Soviet di final.
Dasayev yang dijuluki “Tirai Besi” dianggap sebagai kiper terbaik kedua di Rusia setelah Yashin. Ia tampil di tiga Piala Dunia dan bermain sebanyak 91 kali bagi tim nasional Soviet hingga pensiun di tahun 1990.
Terakhir ia tampil di Luzhniki Stadium saat final Liga Champions Mei lalu dengan membawa piala tersebut ke lapangan. Hal itu berkaitan dengan tugasnya sebagai duta final itu di Moskwa.

sumber web2lisan

Rabu, 02 November 2011

10 Bek terbaik di Dunia sepanjang Masa

Bek atau pemain belakang adalah posisi yang sangat vital dalam dunia sepak bola, merekalah benteng pertahanan yang harus menjaga daerah pertahanan agar para striker lawan tidak dapat membobol pertahanan mereka dan kemudian mencetak gol. Bagi banyak orang , Bek-bek terbaik berasal dari italia, hal ini mungkin karna gaya permainan sepakbola italia memang mengandalakan pertahanannya. tapi ternyata tidak semua bek-bek terbaik di dunia berada di Italia,

Berikut adalah daftar 10 bek terbaik di Dunia sepanjang masa yang didasarkan pada prestasi dan skill rata-rata pemain selama masa bermain :

10. Daniel Passarella (Argentina)

Inilah pemain serba bisa dari Argentina. Jago bertahan maupun menyerang, dan membantu terciptanya peluang bagi rekan setimnya, sekaligus menyapu bersih usaha lawan-lawannya. Ia juga dikenal efektif dalam eksekusi penalti dan tendangan bebas. Dengan 134 gol dalam 451 pertandingan, ia pernah mencetak rekor sebagai bek paling haus gol sepanjang masa. Meski demikian, rekor yang sama di Serie A Italia masih menjadi miliknya hingga saat ini. Ia sering dibandingkan dengan Beckenbauer.
Prestasinya yang paling menonjol adalah dua kali juara dunia bersama Argentina, yaitu pada 1978 dan 1986. Ia juga memenangkan Liga Utama Argentina selama empat kali bersama River Plate.

9. Giacinto Facchetti (Italia)

Meski karirnya berawal sebagai pemain depan, Facchetti kemudian beralih menjadi salah satu bek paling efektif dalam sejarah sepakbola Italia. Rentetan gelar yang dikoleksinya antara lain adalah Scudetto pada 1963, 1965, 1966, dan 1971; Coppa Italia 1978; Piala European Champions Club (sekarang Liga Champions) 1964 dan 1965; Piala Intercontinental 1964 dan 1965, serta pemenang Euro 1968. Hebatnya lagi, semua gelar klubnya diraih bersama satu klub, yaitu Inter Milan.
Tak heran jika Pele memasukkannya dalam daftar FIFA 100.

8. Lothar Matthaus (Jerman)

Matthaus baru bermain sebagai pemain belakang saat usianya sudah merambah 30-an. Sebelumnya ia lebih banyak berada di lini tengah. Toh dimanapun ia bermain, Maradona menyebutnya sebagai rival terberat. Dan kenapa tidak? Tak kurang dari tujuh gelar Bundesliga pernah menjadi miliknya, ditambah dengan tiga Piala Jerman, sebuah mahkota Serie A, dua Piala UEFA, satu Kejuaraan Eropa, serta Piala Dunia. Komunitas sepakbola Jerman menobatkannya menjadi pemain terbaik pada 1990 dan 1999, dan FIFA pun tak segan memberikan gelar pemain terbaik dunia 1991 padanya.
Sayang karirnya sebagai pelatih tidak secemerlang itu. Ia dipecat dari timnas Hongaria dan Red Bull Salzburg.

7. Fabio Cannavaro (Italia)

Kapten Italia ini merupakan bek pertama yang dinobatkan menjadi Pemain Terbaik Dunia oleh FIFA setelah Italia menjuarai Piala Dunia pada 2006. Pada tahun yang sama, ia juga memenangi gelar Pemain Terbaik Eropa, dan dua kali terpilih dalam pasukan FIFPro World XI, yaitu pada 2005/06 dan 2006/07.
Sayang, walau pernah meraih gelar juara La Liga dua kali dengan Real Madrid, ia belum pernah menang di Serie A.

6. Roberto Carlos (Brasil)

Roberto Carlos tampil di tiga Piala Dunia bersama Brasil. Selain membawa timnya ke final 1998, ia juga menjadi pemain kunci pada saat Brasil menang empat tahun kemudian. Kontribusinya sebagai pengeksekusi tendangan bebas juga tidak bisa diremehkan, termasuk pada 3 Juni 1997, ketika ia mencetak gol dari jarak 35 m saat melawan Prancis.
Di Real Madrid, ia meraih empat gelar juara La Liga, tiga Liga Champions dan dua Piala Intercontinental. Ia juga merupakan salah satu dari enam pemain yang tampil lebih dari seratus kali di Liga Champions. Pele memasukkannya dalam daftar 125 pemain sepakbola terhebat sepanjang masa pada Maret 2004. Ia juga mendapat pengakuan sebagai legenda sepakbola internasional, dengan diberikannya Penghargaan Kaki Emas 2008.

5. Lilian Thuram (Prancis)

Bek Prancis paling sukses, dengan koleksi berbagai trofi dari empat klub di tiga negara, dan dua gelar internasional bersama timnas Prancis. Kemampuannya dalam membaca permainan dan menempatkan diri di lapangan membuatnya berbeda dari pemain bertahan kebanyakan.
Ia telah tampil dalam 142 pertandingan untuk Prancis, yang menjadikannya pemain yang paling sering diturunkan. Meski kurang mendapat pujian jika dibandingkan dengan bintang Prancis lainnya, seperti Zinedine Zidane dan Theirry Henry, perannya di timnas tidak kalah pentingnya. Ia membantu Prancis memenangkan Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000.

4. Franco Baresi (Italia)

Baresi menggawangi lini bertahan AC Milan dalam masa yang oleh banyak pengamat dinyatakan memiliki empat bek terbaik sepanjang sejarah, yaitu ia sendiri, Paolo Maldini, Alessandro Costacurta dan Mauro Tassotti. Ia juga menghabiskan seluruh karirnya di AC Milan dengan 532 pertandingan.
Ia mengoleksi enam Scudetto, tiga Piala Eropa dan Piala Dunia 1982, walau hanya sebagai cadangan. Paolo Maldini banyak berguru padanya, dan bahkan perkembangan karirnya kemudian mirip dengan Baresi. Ketika kemudian ia gantung sepatu, Milan memutuskan untuk menyimpan nomor punggung 6 yang selalu dikenakannya, sebuah penghargaan yang jarang dilakukan di Italia.

3. Bobby Moore (Inggris)

Pemain bertahan yang tenang, Moore banyak dipuji karena kemampuannya dalam membaca arah pertandingan dan mengantisipasi pergerakan lawan. Ia bukan bek yang hanya mengandalkan tekel keras. Pele menyebutnya sebagai pemain bertahan paling jujur yang pernah dilawannya.
Pada 29 Mei 1963, ia menerima ban kapten timnas Inggris ketika baru berusia 22 tahun, dan menjadi kapten tim senior Inggris termuda sepanjang masa. Prestasi terbesarnya adalah membawa Inggris menjuarai Piala Dunia 1966.

2. Paolo Maldini (Italia)

Ia tidak hanya hebat karena memiliki kesetiaan yang besar kepada klubnya, AC Milan. Lebih dari itu, ia adalah bek paling berprestasi. Bersama Milan, ia meraih tujuh Scudetto dan lima titel Liga Champions. Sebagai pemain yang paling banyak tampil untuk timnas Italia, Ia juga menjadi langganan tetap gelar pemain terbaik sepanjang karirnya. Tidak kurang dari Lilian Thuram pernah mengakui ingin sepertinya.
Satu-satunya kekurangannya adalah ia tidak pernah merasakan juara Piala Dunia.

1. Franz Beckenbauer (Jerman)

Italia boleh saja menyumbangkan banyak nama dalam daftar ini. Tapi, tidak ada yang lebih patut berada di posisi puncak daripada “Sang Kaisar”. Buktinya, banyak pemain yang merasa bangga jika dibandingkan dengannya. Selain seabrek trofi yang dikoleksinya, kejeniusannyalah yang membuat ia menjadi sosok yang susah dilupakan. Sepak terjangnya di lapangan sangat elegan.

Lebih dari itu, ia adalah pemikir ulung yang membawa revolusi di dunia sepakbola dengan menciptakan peran libero menyerang. Sebelumnya, tak seorangpun pernah berpikir bahwa seorang sweeper juga perlu untuk maju untuk membantu penyerangan, apalagi mencetak gol. Beckenbauer menciptakan taktik ini, dan menjadikannya sebagai bagian dari sepakbola modern.

sumber: serba-sepuluh.blogspot

Selasa, 01 November 2011

10 Pesepakbola Terbaik Versi FIFA

guys, dalam artikel kali ini gw kasih tau daftar 10 pesepakbola terbaik versi badan otoritas tertinggi sepakbola dunia, FIFA

Kriteria berdasarkan :
- Jumlah Trophy yang dipersembahkan untuk Tim yang dibela
- Jumlah Trophy Pemain terbaik dunia FIFA yang pernah diperoleh
- Jumlah Trophy Pemain terbaik benua versi Federasi benua
- Jumlah Goal yang dicetak (Untuk Penyerang dan Gelandang)
- Jumlah Clean Sheet (Untuk Keeper)
- Jumlah Caps Tim Nasional



Franz Beckenbauer adalah pelopor sepakbola modern. Ia bermain tidak hanya menggunakan rasa dan fisik. Ia juga menggunakan otak. Ia adalah pemain yang menciptakan peran Libero Menyerang yang kini juga diperagakan oleh Puyol, Vidic, dan lainnya. Sebelumnya, tak seorangpun pernah berpikir bahwa seorang sweeper juga perlu untuk maju membantu penyerangan, apalagi mencetak gol. Beckenbauer menciptakan taktik ini, dan menjadikannya sebagai bagian dari sepakbola modern.


Oliver Kahn adalah satu keeper legendaris asal Jerman. Kahn adalah satu-satunya Penjaga gawang yang pernah menjadi nominasi Pemain Terbaik dunia versi FIFA yaitu pd tahun 2002 menyusul penampilannya yang gemilang di piala dunia 2002. Menjadi pemain legendaris Bayern Muncheen dari tahun 1994 hingga 2008. Ia berjuluk King Kahn karena gaya bermainnya. Skill Reflectnya memang tidak sebaik Peter Schemichel atau Gianluigi Buffon, namun Kahn memiliki Defend Leader yang sangat baik untuk memimpin sektor pertahanannya, dan itu adalah alasan mengapa ia menjadi Kapten tim nasional Jerman.


Johan Cruyff sepertinya tidak cukup terhormat berada di posisi ke 8. Ia lebih pantas berada di posisi 5 besar, namun, toh cukup banyak pemain yang pantas berada di posisi tersebut. Pemain yang satu ini terkenal dengan tendangannya yang dahsyat. Legenda Timnas Belanda ini pantas berada di daftar 10 pemain terbaik bersama 293 gol yang berhasil ia cetak sepanjang karirnya.


Lev Yashin pantas dinobatkan sebagai keeper terbaik sepanjang sejarah sepakbola. Pasalnya, pemain yang berjuluk The Spiderman ini memiliki 2 rekor yang belum terpecahkan hingga saat ini. Rekor yang ia miliki adalah 270 kali Clean Sheets dan 150 Kali menggagalkan tendangan Penalty lawan!


Luiz Nazario De Lima Ronaldo merupakan Striker paling tajam yang dimiliki Brazil satu dekade terakhir. Setelah ia keluar dari timnas, Brazil tak dapat mencari striker yang sepadan dengannya. Itu adalah salah satu kesulitan Brazil di piala dunia 2010 kemarin. Ronaldo merupakan Top Scorer piala dunia sepanjang masa dengan 15 gol. Miroslav Klose nyaris menyamai rekor Ronaldo bila saja timnas Jerman tidak gugur di Piala Dunia kemarin. Klose berhasil membubuhkan 14 gol di Piala Dunia dengan menempatkan namanya di jajaran kedua top scorer piala dunia sepanjang masa sebelum ia pensiun. Ronaldo sendiri memiliki prestasi gemilang di kanca klub. Ia berhasil merebut trophy pemain terbaik dunia di 3 klub yang berbeda. Yaitu di Barcelona (1996), Inter Milan (1997), dan Real Madrid (2002).


Romario adalah salah satu Legenda Brazil yang terkenal dengan kecepatan dan keahlian mencetak gol yang luar biasa. Dalam karirnya yang panjang, ia telah mencetak 1002 gol yang menempatkan dirinya dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa. ia berada di posisi kedua bersama 1002 golnya dibawah pele. Ia juga pernah menjadi pemain terbaik dunia pada tahun 1994 saat membela FC Barcelona.


Zinedine Zidane adalah pemain terbaik satu dekade terakhir sebelum ia pensiun di tahun 2006. Ia disebut-sebut sebagai Raja Sepakbola II setelah Pele. Zidane adalah pemain asli Aljazair yang menjadi warga negara Prancis di usia muda. Zidane terkenal dengan skillnya yang merata dan sempurna, dribbling nya luar biasa, sundulannya kuat, dan tendangan kaki kanan dan kiri yang sama-sama keras dan akurat. Kelebihan dan keahliannya melakukan dribbling dan penguasaan bola sering membuat pemain lawan merasa frustasi karena sulit merebut bola darinya. Pelatih manapun beranggapan bahwa memaksakan man-to-man marking terhadap Zidane adalah pekerjaan yang sia-sia. Zidane telah mencetak 256 gol sepanjang karirinya membela Juventus (5 tahun) dan Real Madrid (5 tahun). Gol yang cukup banyak bagi seorang pemain gelandang. Ia juga tiga kali mendapat trophy pemain terbaik dunia yaitu pada tahun 1999, 2000, dan 2003.


Diego Maradona cukup pantas berada di posisi ke tiga. Namanya melejit saat membawa Argentina menjuarai Piala Dunia tahun 1986. 2 aksi yang terkenal saat itu adalah “Hand of God” dan “Goal of Century”. Gol tangan tuhan yang terkenal itu ia cetak saat berhadapan dengan Inggris di perempat final, banyak orang yang mengatakan bahwa itu adalah gol terburuk sepanjang sejarah sepakbola. Namun, dalam pertandingan itu pula ia mencetak “Goal of Century” (Gol terbaik Abad ini) dan mendapat penghargaan “Gol terbaik sepanjang masa” oleh FIFA.


Pele adalah satu-satunya pemain yang pernah dinobatkan sebagai Raja Sepakbola dunia oleh FIFA, namun ia menolak gelarnya tersebut. Apa yang membuatnya Spesial? Pele adalah pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah sepakbola dengan 1281 goal. Pada usia 16 tahun, ia menjadi Top Scorer liga senior utama Brazil. Ia juga adalah pemain termuda di piala dunia tahun 1958 dengan umur baru 18 tahun dan berhasil membawa Brazil keluar menjadi juara dunia untuk pertamakalinya dengan menempatkan dirinya sebagai Top Scorer tim Samba tersebut. Pele membawa brazil menjadi juara Piala Dunia keduanya pada tahun 1962.


Alfredo Di Stéfano pantas berada di posisi nomor 1. Pemain yang satu ini adalah pemain paling legendaris dalam sejarah sepakbola dunia. Di Stefano juga adalah pemain legendaris Real Madrid. Ia membela Real Madrid dari 1953–1964. Pemain ini juga memiliki caps di 3 tim nasional yang berbeda. Ia membela timnas Argentina dari tahun 1947-1949, lalu membela timnas Colombia sebagai pemain naturalisasi dari 1949-1957, dan mengakhiri karirnya di timnas Spanyol sebagai pemain naturalisasi dari 1957-1961. Pemain ini juga disebut-sebut sebagai pemain paling hebat sepanjang masa. pasalnya ia adalah pemain dengan kemampuan yang sempurna. Pemain ini berposisi sebagai Back Tengah, Gelandang Bertahan, Gelandang Serang, Sayap Kanan, Sayap Kiri, hingga Striker. Ia mencetak 216 gol di 262 laga untuk Real Madrid. Pensiun di Real Madrid saat berumur 40 tahun
Pele: “Saya tidak pantas mendapat gelar Raja Sepakbola, ataupun Maradona. Menurut saya, Legenda Argentina lainnya yang pantas, ialah Alfredo Di Stefano”

sumber: fifa.com