Minggu, 25 Desember 2011

10 Film Drama Romantis Terbaik

10 Film Drama Romantis Terbaik

Bagi yang ingin bernostalgia atau menonton film - film yang romantis abis ,berikut ini adalah daftar film romantis sepanjang sejarah wajib di tonton .

1. Ghost ( 1990 )

Sebuah film thriller supernatural romantis di mana Sam Wheat (Patrick Swyaze) dibunuh dan berubah wujud menjadi hantu untuk melindungi pacarnya yang sedang berduka, Molly (Demi Moore). Film ini benar-benar menguras air mata, dan semua orang sepertinya sudah melihat adegan membuat tembikar yang membuat lagu “Unchained Melody” dari Righteous Brother kembali terkenal. Meski demikian, film ini juga membuat kita tertawa dengan penampilan kocak Whoopi Goldberg, yang kemudian membuatnya terpilih sebagai Pemeran Pendukung Terbaik di Oscar.






2. NoteBook ( 2004 )

Rachel McAdams dan Ryan Gosling membintangi film romantis yang menguras air mata ini. Ceritanya tentang kehidupan sepasang muda-mudi, Allie dan Noah, yang dibacakan oleh seorang laki-laki tua dari sebuah buku catatan. Dia membacakannya kepada seorang perempuan tua yang ditemuinya di panti jompo. Cerita tersebut mengisahkan cerita klasik tentang wanita kaya dan lelaki miskin, sebuah romansa yang terkoyak oleh perang, dan kisah cinta abadi yang diimpikan semua orang. Film ini dijamin akan sangat menyentuh.








3. Titanic ( 1997 )

Kisah cinta antara Rose deWitt Bukater (Kate Winslet) dan Jack Dawson (Leonardo DiCaprio) bersemi di atas kapal pesiar TITANIC. Cinta antara dua insan ini berjalan indah seiring perjalanan dengan kapal megah tersebut. Keindahan kisah cinta mengalami masalah dengan hadirnya suatu malapetaka yaitu ketika kapal ini menabrak bongkahan es yang menyebabkan kapal mewah tersebut tenggelam. Lalu, bagaimana kisah cinta Jack dan Rose di kala semua orang panik dan berusaha untuk menyelamatkan diri masing-masing.Kisah sejarah tenggelamnya Titanic menginspirasi sebuah drama yang dimiliki oleh penumpang yang sedang jatuh cinta dengan penumpang lain. James Cameron membuat sangat apik dalam ukuran saat itu. Tak heran bila banyak orang memuji Cameron terutama penggunaan visual-effect yang baik dan rapi pada saat itu. 
4. Love Actually ( 2003 )
Film komedi romantis terkenal Inggris ini adalah film wajib tonton. Film ini dibintangi oleh bintang-bintang ternama dan tentu saja ada makna yang bisa dikaitkan dan untuk siapa saja yang menonton film konyol namun menyentuh ini. Sebuah penggambaran perspektif lain dari cinta, film ini akan membuka matamu sambil sekaligus menghibur kamu dengan ceritanya pada saat yang sama. Dengan dibintangi Hugh Grant, Keira Knightley dan Emma Thompson, tidak ada alasan untuk tidak menyukai film komedi romantis ini.


5. Romeo and Juliet ( 1996 )
Sebuah kisah cinta dan tragedi klasik, “Romeo and Juliet” besutan Baz Luhrmann adalah sebuah versi yang diadaptasi dari drama terkenal Shakespeare yang menampilkan pasangan yang tidak disetujui, Romeo (Leonardo DiCaprio) dan Juliet (Claire Danes). Pasangan ini jatuh cinta di tengah kebencian keluarga mereka satu sama lain. Keduanya berjuang untuk mewujudkan cinta mereka, Juliet mengambail keputusan yang putus asa untuk mempertahankan keinginnan keluarganya, dengan konsekuensi yang tragis. Ini merupakan film yang enerjik dan bertempo cepat untuk sebuah kisah cinta yang agung.


6. Pretty Woman ( 1990 )
Tidak banyak film yang menceritakan seorang pelacur yang bertemu dengan seorang miliuner dan kemudian tergila-gila padanya. Film ini berbeda, tak heran banyak pula perempuan yang tertarik untuk menonton. Julia Roberts sebagai seorang pelacur, dan Richard Gere sebagai seorang pengusaha korporat yang kaya, membintangi film yang sepertinya merupakan perpaduan antara kisah My Fair Lady dan Cinderella. Film ini sangat bagus dan merupakan film komedi romantis sepanjang masa. Lewat film ini pula Julia Roberts dinominasikan di ajang Academy Award.


7. Nothing Hill ( 1999 )
Film ini sangat bagus dan sangat memberi banyak makna kepada orang, bahwa cinta sejati itu memang harus diperjuangkan dan nggak mengenal yang namanya status.William ( Hugh Grant ) dalam film ini, bermain sangat penuh kecerobohan dan terkesan sebagai pria bodoh dengan masalah cintanya. Sedangkan Anna (Julia Robets ) adalah wanita superstar yang begitu terkenal tiba-tiba jatuh cinta kepada duda pemilik toko. Dari situlah perjalanan cinta mereka di mulai.




8. Serendipty ( 2001 )
Ini merupakan film lama namun masih bagus, yang menampilkan Kate Beckinsale dan John Cusack. Film ini menyoroti kebetulan yang aneh saat berada di tempat dan waktu yang tepat. Juga tentang hidup yang penuh kebetulan-kebetulan yang lucu. Tentu saja film ini bukan untuk orang yang sinis — karena bercerita tentang cinta pada pandangan pertama.



9. Once ( 2006 )
Sebuah film musikal modern yang bersetting di jalanan Dublin, “Once” adalah sebuah film indie yang menyejukkan jiwa yang berkisah tentang seorang penampil jalanan (Glen Hansard) dan seorang imigran (Marketa Irglova) saat mereka mencoba untuk menjalani kehidupan dan cinta mereka melalui kekuatan musik. Diramaikan oleh lagu yang dibawakan kelompok The Swell Season, “Once” adalah sebuah cerita yang menggugah kesempatan kedua dan jiwa yang bebas. Dengan segala pesonanya dan akhir cerita yang tidak terduga, “Once” sudah pasti merupakan film yang membuatmu bersemangat dan membuatmu ingin bercinta…


10. Ever After ( 1998 )
Dalam film tersebut, dikisahkan si Cinderella adalah Danielle De Barbarac (Drew Barrymore), putri tunggal orang kaya Perancis, Auguste De Barbarac (Jeroen Krabbe). Danielle mendapat limpahan kasih sayang begitu besar dari ayahnya apalagi mereka hanya berdua setelah istri Auguste dan ibu Danielle meninggal. Namun karena merasa Danielle membutuhkan seorang ibu sehingga Auguste pun menikahi seorang janda beranak dua, Baroness Rodmilla De Ghent (Anjelica Huston). Ibu tiri tersebut membawa dua putrinya dari pernikahan terdahulunya, Marguerite (Megan Dodd) dan Jacqueline (Melanie Lynskey). Sayangnya ibu tiri ini tidak sebaik seperti sangkaan semula.Pada suatu hari, Danielle membuat jatuh seorang pemuda yang berusaha mencuri seekor kuda milik  Rodmilla.Ternyata pemuda tersebut bukanlah pencuri biasa karena ia adalah Pangeran Henry (Dougray Scott), putra mahkota kerajaan Perancis yang berusaha melarikan diri dari ayahnya, Raja Francis (Timothy West). Henry kabur lantaran tidak ingin terperangkap dalam pernikahan tanpa cinta yang diatur ayahnya. Dari sinilah kisah cinta mulai bersemi..

Sabtu, 24 Desember 2011

7 Sutradara Tersukses di Dunia

Hampir semua Sutradara pasti ingin film yang ia garap menjadi film yang bermutu, populer, berkesan, serta bisa mendatangkan banyak uang. Tapi ternyata tak banyak sutradara yang bisa membuat film yang sangat berkualitas dan bisa menjadi review di dunia perfilman dunia, hanya sedikit Sutradara yang benar-benar mempunyai “sense of film”. Oleh karna itu maka tak heran jika banyak Film-film berkualitas yang digarap oleh satu produser.
Produser bisa dianggap sukses jika filmnya bisa menjadi film berkualitas, meledak di pasaran dan mendatangkan banyak uang. hanya beberapa Sutradara yang bisa membuat membuat film seperti itu.
Berikut Kami tampilkan daftar 7 Sutradara Tersukses di Dunia yang dinilai berdasarkan kualitas film yang digarap, popularitas film yang digarap, serta jumlah pemasukan uang dari film yang digarap :
1. Steven Spielberg
Filmography: Munich, War of the Worlds, The Terminal, Catch Me If You Can, Minority Report, A.I., Saving Private Ryan, Amistad, Jurassic Park, The Lost World, Hook, Always, Indiana Jones and the Temple of Doom, Indiana Jones and the Last Crusade, Raiders of the Lost Ark, Empire of the Sun, The Color Purple, ET, Close Encounters of the Third Kind, Jaws
Total Domestic Box Office: $3.445 Billion
Per Film Average: $164.1 Million
2. Robert Zemeckis
Filmography: Beowulf, The Polar Express, Cast Away, What Lies Beneath, Contact, Forrest Gump, Death Becomes Her, Back to the Future, Back to the Future Part II, Back to the Future Part III, Who Framed Roger Rabbit, Romancing the Stone, Used Cars
Total Domestic Box Office: $1.799 Billion
Per Film Average: $150 Million
3. George Lucas
Filmography: American Graffiti, Star Wars, Star Wars Episode I, Star Wars Episode II, Star Wars Episode III
Total Domestic Box Office: $1.698 Billion
Per Film Average: $340 Million
4. Ron Howard
Filmography: The Da Vinci Code, Cinderella Man, The Missing, A Beautiful Mind, How the Grinch Stole Christmas, EDtv, Ransom, Apollo 13, The Paper, Far and Away, Backdraft, Parenthood, Willow, Gung Ho, Cocoon, Splash, Night Shift
Total Domestic Box Office: $1.606 Billion
Per Film Average: $100.3 Million
5. Chris Columbus
Filmography: Rent, Harry Potter and the Chamber of Secrets, Harry Potter and the Sorcerer’s Stone, Bicentennial Man, Stepmom, Nine Months, Mrs. Doubtfire, Home Alone, Home Alone 2, Only The Lonely, Heartbreak Hotel, Adventures in Babysitting
Total Domestic Box Office: $1.567 Billion
Per Film Average: $130.6 Million
6. Gore Verbinski
Filmography: Pirates of the Caribbean: The Curse of the Black Pearl, Pirates of the Caribbean: Dead Man’s Chest, Pirates of the Caribbean: At World’s End, The Weather Man, The Ring, The Mexican, Mouse Hunt
Total Domestic Box Office: $1.308 Billion
Per Film Average: $187 Million
7. Peter Jackson
Filmography: King Kong, The Lord of the Rings: The Fellowship of the Ring, The Lord of the Rings: The Two Towers, The Lord of the Rings: The Return of the King, The Frighteners
Total Domestic Box Office: $1.268 Billion 
Per Film Average: $253.6 Million







 Penanggung Jawab : 
let-us-study.blogspot.com
http://uniqpost.com

Jumat, 23 Desember 2011

Sejarah Berdiri Universal Studios Film

Sejarah Berdiri Universal Studios Film - Universal Studios adalah perusahaan film Amerika Serikat yang didirikan pada tahun 1912 oleh Carl Laemmle. Perusahaan ini berlokasi di San Fernando Valley, Los Angeles, California, AS, dan memproduksi beberapa film unggulan. Beberapa film diproduksi oleh sutradara Steven Spielberg dengan asisten Melinda Gates. Saat ini, Universal Studios merupakan bagian dari NBC Universal.


SEJARAH Berdiri Universal Studios Film

* Maret 1909 — didirikan dengan nama Independent Moving Pictures Company
* 8 Juni 1912 — restrukturisasi dengan nama Universal Film Manufacturing Company
* 15 Maret 1915 — penemuan kota Universal City
* 1925 — berganti nama menjadi Universal Pictures Company, Inc. di Hollywood
* 1926 — mendirikan Deutsche Universal-Film AG di Jerman
* 1927 — memulai distribusi film Disney
* 1928 — Laemmle Jr. menjadi ketua Universal Pictures
* 1936 — penurunan kontrol di Universal Pictures
* 1942 — uji coba film berwarna
* 1945 — bergabung dengan International Pictures sebagai Universal-International
* 1950 — Lew Wasserman dari MCA membuka perjanjian dengan klien James Stewart
* 1957 — MCA membeli studio sebanyak $11 juta, diganti namanya menjadi Revue Studios
* 1964 — MCA dan Universal bergabung, tetap menggunakan nama MCA, namun dengan studio menjadi Universal City Studios, Inc.

* 1966 — Revue Productions menjadi Universal Television
* 1970 — bekerjasama dengan Paramount Pictures
* 1981 — ikut bekerjasama dengan MGM
* 1990 — MCA membuka usaha video MCA/Universal Home Video Inc.
* 1991 — Universal, beserta MCA dijual kepada Matsushita Electric, dan Universal Pictures Entertainment menjadi Universal Studios Inc.
* 1995 — Matsushita menjual Universal dan MCA sebanyak 80% kepada perusahaan minuman beralkohol Seagram

* 1996 — Universal secara resmi mengumunkan bahwa mereka akan menghentikan penggunaan merek dan menghapus nama MCA; perusahaan MCA resmi menjadi Universal Studios, Inc. dan MCA Music Entertainment Group menjadi Universal Music Group.

* 1998 — PolyGram diperoleh dari Philips dan bergabung dengan Universal Music Group
* Desember 1998 — Edgar Bronfman Jr., ketua Seagram menjual Universal Studios beserta semua jaringan kabel USA kepada Barry Diller.

* Juni 2000 — Seagram dijual kepada Pernod Ricard dan divisi hiburan Seagram (Universal) dijual kepada Vivendi, membentuk Vivendi Universal.

* 2001 — Universal membeli film distribusi dari StudioCanal
* 2002 — bekerjasama dengan StudioCanal untuk memproduksi film Love Actually
* 2004 — Vivendi Universal Entertainment (termasuk Universal) dijual dari Vivendi Universal kepada General Electric, pemilik terkenal NBC, sebanyak 80% sehingga bergabung membentuk NBC Universal. Universal Studios menjadi subsidiari

* 2005 — DreamWorks diakuisisi dari Universal oleh Paramount.
* 2006 — mengembalikan kartun milik Oswald kepada Disney.


SAINGAN
Seperti Biasa dimana perusahaan pasti mempunyai saingan, dan mungkin agan pernah melihat para perusahaan film di bawah ini yang merupaka saingan dari UNIVERSAL :


KERJASAMA
Pihak Universal berkerjasama dengan produksi film terkenal seperti di bawah ini, dan ane yakin pasti agan juga pernah melihat nama-nama dibawah ini :
  • Paramount Pictures
  • Walt Disney Pictures
  • DreamWorks SKG
ULANG TAHUN UNIVERSAL YANG KE 100
Dalam memperingati ulang tahun yang ke 100, Universal Studios akan merilis ulang film-film lawasnya. Film yang akan dirilis ulang adalah beberapa film hits yang pernah meledak di jajaran Box Office Amerika. Tak hanya itu, Universal Studios juga akan merilis logo terbaru mereka untuk menandai usia mereka yang sudah 100 tahun.

Saat ini telah disiapkan beberapa film lawas yang akan dirilis dalam beltuk Blu-Ray, film-film tersebut adalah:

1. The Birds 2. Schindler's List 3. All Quiet On The Western Front 4. Jaws 5. Dracula 6. Jurassic Park 7. Out of Africa 8. Frankenstein 9. Pillow Talk 10. The Sting 11. Bride of Frankenstein 12. Buck Privates

Referensi:

Kamis, 22 Desember 2011

5 Film Horror yang Diangkat dari Kisah Nyata



Film merupakan salah satu dari sekian banyak media hiburan yang banyak disukai orang-orang di seluruh dunia. Salah satu genre film yang diminati adalah horor, banyak sutradara film horor yang terinspirasi membuat film dari cerita rakyat,dongeng masa lalu dan yang paling unik adalah film horor tersebut terilhami dari kisah nyata yang benar- benar terjadi, bahkan penjualan film tersebut terbilang sukses. Berikut uniknya.com merangkum 5 film horor yang berdasarkan kisah nyata:

1. The Amityville Horror
Sejauh ini, The mityville merupakan film horor terseram yang di ambil dari sebuah kisah nyata. Bermula dari seorang pemuda yang rentan terhadap penyalah gunaan narkoba Ronald deFeo jr (alias "Buth") yang membantai seluruh anggota keluarganya pada suatu malam 14 November 1974 dengan mengunakan senjata api, disaat anggota keluarganya tertidur, pertama ia menembaki ayah dan ibunya yang sedang tidur di kamar mereka, diteruskan dengan membunuh saudaranya yang lebih muda. Menurut polisi, deFeo membunuh seluruh anggota keluarganya untuk mendapatkan sejumlah uang, tetapi banyak isu-isu yang berdar bahwa Defeo melakukan pembunuhan keji itu dikarenakan dia mendengar bisikan-bisikan gaib dari arwah yang ada di rumah tersebut.

Beberapa tahun kejadian setelah kejadian tersebut rumah yang menjadi peristiwa pembantaian keluarga itu didiami oleh keluarga Lutz. Mereka menemukan sebuah ruangan rahasia yang diyakini menyimpan sebuah misteri dari kejadian pembunuhan keluarga DeFeo dan tak lama setelah itu keluarga Fatz melarikan diri dari rumah tersebut tanpa alasan yang tak jelas. 


2. The Exorcism Of Emily Rose
The Exorcism Of Emily Rose merupakan salah satu film horor yang terbilang sangat sukses dari sisi penjualannya. Film ini terpengaruh dari kisah seorang gadis remaja Annelise Michel, yang sebelumnya adalah gadis remaja biasa. Kejadian aneh dimulai ketika usianya 17 tahun pada 1968 ia kejang-kejang dan mengalami serangan epilepsi pertamanya pada 1969, pada saat itulah Annelise mulai berhalusinasi tentang setan ketika ia sedang berdoa. Pada tahun 1975, dia ditetapkan menderita depresi dan hingga sering sekali melukai dirinya sendiri sampai beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri. Seseorang yang pertama mendiagnosis bahwa Annelisse mengalami kerasukan adalah seorang perempuan tua yang menemaninya saat ia berziarah. Dia melihat Anneliese berjalan menghindar melewati gambar tertentu dari Yesus, dan ketika ia menolak untuk minum air yang berasal dari mata air suci. Kemudian seorang pengusir setan dari kota terdekat memeriksa Anneliese dan menyimpulkan bahwa ia dirasuki. Setelah pengobatan medis yang selalu gagal, akhirnya ritual eksorsisme dipilih yang dilakukan oleh seorang Uskup. Pada saat itu Annelise mulai melukai dirinya sendiri dan menolak untuk makan. Anneliese melakukan sejumlah tindakan yang sangat aneh. Ia menjilat urinnya sendiri dari lantai. Dia memakan lalat, laba-laba, dan batubara. Dia menggigit kepala burung mati. Annelise pernah merangkak di bawah meja dan menggonggong seperti anjing selama dua hari. Ia sering mendengar teriakan melalui dinding selama berjam-jam. Merobek pakaian dan kencing di lantai. hingga mengakibatkan tubuh dan wajahnya terlihat mengerikan, orang di sekitarnya hampir tidak mengenalinya. Annelise meninggal pada tahun 1 juni 1976 yang diakibatkan karena dehidrasi dan malnutrisi, dan hampir selama satu tahun menderita semi kelaparan ketika ritual exorcism dilakukan.


3. The Entitiy
Film ini mengambil cerita dari seorang ibu rumah tangga bernama Dorris Bither yang tinggal bersama putra remaja dan kedua putrinya. Ia sering sekali mengalami kejadian seperti halusinasi dan gangguan fisik. Brian Harris, putra remaja Bither mengatakan sering mendengar ibunya ditampar, dipukuli hingga dilempar didalam kamar, ia juga pernah melihat luka memar pada paha ibunya, yang menurut Bither karena malam sebelumnya ia diperkosa oleh setan.

Film ini terinpirasi oleh seorang ibu, Carmen Reed, yang diwawancarai CNN tentang cerita seram yang dialaminya. Bermula pada 1980 saat Reed beserta keluarganya menempati sebuah rumah kolonial lama di Southington, Connecticut, agar dekat dengan rumah sakit dimana dia dan anak 13 tahunnya itu menerima pengobatan kanker. Segera setelah itu, dua keponakannya bergabung dengan mereka di rumah yang mereka tau pernah menjadi rumah duka. Tidak lama sebelum anaknya yang mulai bercerita tentang suara-suara yang didengarnya, termasuk salah satu "pria jangkung, kurus dengan panjang rambut hitam pekat" yang sering dilihatnya setiap malam.

Pernah ia juga membawa anaknya ke psikiater dan mendapati anaknya semakin gelap dan gelap pada setiap harinya. Hingga akhirnya dia membawa anaknya ke rumah sakit jiwa


4. An American Hunting
Ini adalah film horor modern yang mengambil cerita dari masa lampau. Bermula ketika Yohanes Bell mangambil paksa tanah milik Kate Batts, yang dikenal memiliki ilmu sihir. Dan setelah insiden itu, Bell dan putrinya sering mengalami kejadian supranatural, dan yang terparah ia melihat putrinya penuh luka dan putrinya mengaku telah diperkosa oleh mahluk tak berwujud. Pada tahun 1886, seorang sejarawan pernah menulis tentang penyihir batts ini yang sangat terkenal pada masa kepresidanan Andrwe Jackson. Disinyalir, keberadaan keluarga Bell memang ada.


5. Audrey Rose 1977
Ini adalah salah satu film horor berdasarkan cerita hantu didasarkan pada peristiwa yang diduga benar. Film menceritakan seorang gadis bernama Ivy dan keluarganya yang sedang diteror oleh seorang pria misterius yang percaya bahwa Ivy adalah reinkarnasi dari putrinya, Audrey Rose, yang meninggal dalam kecelakaan mobil yang berapi-api hanya beberapa menit sebelum Ivy lahir (setelah sebelumnya mendapatkan jawaban sama dari dua paranormal). Apa yang berikut adalah serangkaian kejadian aneh (beberapa sangat mirip dengan yang di 'The Exorcist'), termasuk Ivy mengalami mimpi buruk yang mengerikan dan membakar tangannya di jendela.




__________________________
 Penanggung Jawab :

Rabu, 21 Desember 2011

Sejarah Film Dokumenter

Film dokumenter tidak seperti halnya film fiksi (cerita) merupakan sebuah rekaman peristiwa yang diambil dari kejadian yang nyata atau sungguh-sungguh terjadi. Definisi “dokumenter” sendiri selalu berubah sejalan dengan perkembangan film dokumenter dari masa ke masa. Sejak era film bisu, film dokumenter berkembang dari bentuk yang sederhana menjadi semakin kompleks dengan jenis dan fungsi yang semakin bervariasi. Inovasi teknologi kamera dan suara memiliki peran penting bagi perkembangan film dokumenter. Sejak awalnya film dokumenter hanya mengacu pada produksi yang menggunakan format film (seluloid) namun selanjutnya berkembang hingga kini menggunakan format video (digital). Berikut adalah ulasan singkat mengenai perkembangan sejarah film dokumenter dari masa ke masa.
..
Era Film Bisu

Sejak awal ditemukannya sinema, para pembuat film di Amerika dan Perancis telah mencoba mendokumentasikan apa saja yang ada di sekeliling mereka dengan alat hasil temuan mereka. Seperti Lumiere Bersaudara, mereka merekam peristiwa sehari-hari yang terjadi di sekitar mereka, seperti para buruh yang meninggalkan pabrik, kereta api yang masuk stasiun, buruh bangunan yang bekerja, dan lain sebagainya. Bentuknya masih sangat sederhana (hanya satu shot) dan durasinya pun hanya beberapa detik saja. Film-film ini lebih sering diistilahkan “actuality films”. Beberapa dekade kemudian sejalan dengan penyempurnaan teknologi kamera berkembang menjadi film dokumentasi perjalanan atau ekspedisi, sepertiSouth (1919) yang mengisahkan kegagalan sebuah ekspedisi ke Antartika.

Tonggak awal munculnya film dokumenter secara resmi yang banyak diakui oleh sejarawan adalah film Nanook of the North (1922) karya Robert Flaherty. Filmnya menggambarkan kehidupan seorang Eskimo bernama Nanook di wilayah Kutub Utara. Flaherty menghabiskan waktu hingga enam belas bulan lamanya untuk merekam aktifitas keseharian Nanook beserta istri dan putranya, seperti berburu, makan, tidur, dan sebagainya. Sukses komersil Nanook membawa Flaherty melakukan ekspedisi ke wilayah Samoa untuk memproduksi film dokumenter sejenis berjudul Moana (1926). Walau tidak sesukses Nanook namun melalui film inilah pertama kalinya dikenal istilah “documentary”, melalui ulasan John Grierson di surat kabar New York Sun. Oleh karena peran pentingnya bagi awal perkembangan film dokumenter, para sejarawan sering kali menobatkan Flaherty sebagai “Bapak Film Dokumenter”.
..
Sukses Nanook juga menginspirasi sineas-produser Merian C. Cooper dan Ernest B. Schoedsack untuk memproduksi film dokumenter penting, Grass: A Nation's Battle for Life (1925) yang menggambarkan sekelompok suku lokal yang tengah bermigrasi di wilayah Persia. Kemudian berlanjut dengan Chang: A Drama of the Wilderness (1927) sebuah film dokumenter perjalanan yang mengambil lokasi di pedalaman hutan Siam (Thailand). Eksotisme film-film tersebut kelak sangat mempengaruhi produksi film (fiksi) fenomenal produksi Cooper, yaitu King Kong (1933). Di Eropa, beberapa sineas dokumenter berpengaruh juga bermunculan. Di Uni Soviet, Dziga Vertov memunculkan teori “kino eye”. Ia berpendapat bahwa kamera dengan semua tekniknya memiliki nilai lebih dibandingkan mata manusia. Ia mempraktekkan teorinya melalui serangkaian seri cuplikan berita pendek,Kino Pravda (1922), serta The Man with Movie Camera (1929) yang menggambarkan kehidupan keseharian kota-kota besar di Soviet. Sineas-sineas Eropa lainnya yang berpengaruh adalah Walter Ruttman dengan filmnya, Berlin - Symphony of a Big City (1927) lalu Alberto Cavalcanti dengan filmnya Rien Que les Heures.

Era Menjelang dan Masa Perang Dunia
..
Film dokumenter berkembang semakin kompleks di era 30-an. Munculnya teknologi suara juga semakin memantapkan bentuk film dokumenter dengan teknik narasi dan iringan ilustrasi musik. Pemerintah, institusi, serta perusahaan besar mulai mendukung produksi film-film dokumenter untuk kepentingan yang beragam. Salah satu film yang paling berpengaruh adalah Triump of the Will(1934) karya sineas wanita Leni Riefenstahl, yang digunakan sebagai alat propaganda Nazi. Untuk kepentingan yang sama, Riefenstahl juga memproduksi film dokumenter penting lainnya, yakni Olympia (1936) yang berisi dokumentasi even Olimpiade di Berlin. Melalui teknik editing dan kamera yang brilyan, atlit-atlit Jerman sebagai simbol bangsa Aria diperlihatkan lebih superior ketimbang atlit-atlit negara lain.

Di Amerika, era depresi besar memicu pemerintah mendukung para sineas dokumenter untuk memberikan informasi seputar latar-belakang penyebab depresi. Salah satu sineas yang menonjol adalah Pare Lorentz. Ia mengawali dengan The Plow that Broke the Plains (1936), dan sukses film ini membuat Lorentz kembali dipercaya memproduksi film dokumenter berpengaruh lainnya, The River (1937). Kesuksesan film-film tersebut membuat pemerintah Amerika serta berbagai institusi makin serius mendukung proyek film-film dokumenter. Dukungan ini kelak semakin intensif pada dekade mendatang setelah perang dunia berkecamuk.
..
Perang Dunia Kedua mengubah status film dokumenter ke tingkat yang lebih tinggi. Pemerintah Amerika bahkan meminta bantuan industri film Hollywood untuk memproduksi film-film (propaganda) yang mendukung perang. Film-film dokumenter menjadi semakin populer di masyarakat. Sebelum televisi muncul, publik dapat menyaksikan kejadian dan peristiwa di medan perang melalui film dokumenter serta cuplikan berita pendek yang diputar secara reguler di teater-teater. Beberapa sineas papan atas Hollywood, seperti Frank Capra, John Ford, William Wyler, dan John Huston diminta oleh pihak militer untuk memproduksi film-film dokumenter Perang. Capra misalnya, memproduksi tujuh seri film dokumenter panjang bertajuk, Why We Fight (1942-1945) yang dianggap sebagai seri film dokumenter propaganda terbaik yang pernah ada. Capra bahkan bekerja sama dengan studio Disney untuk membuat beberapa sekuen animasinya. Sementara John Ford melalui The Battle of Midway (1942) dan William Wyler melalui Memphis Belle (1944) keduanya juga sukses meraih piala Oscar untuk film dokumenter terbaik.

Era Pasca Perang Dunia

Pada era setelah pasca Perang Dunia Kedua, perkembangan film dokumenter mengalami perubahan yang cukup signifikan. Film dokumenter makin jarang diputar di teater-teater dan pihak studio pun mulai menghentikan produksinya. Semakin populernya televisi menjadikan pasar baru bagi film dokumenter. Para sineas dokumenter senior, seperti Flaherty, Vertov, serta Grierson sudah tidak lagi produktif seperti pada masanya dulu. Sineas-sineas baru mulai bermunculan dan didukung oleh kondisi dunia yang kini aman dan damai makin memudahkan film-film mereka dikenal dunia internasional. Satu tendensi yang terlihat adalah film-film dokumenter makin personal dan dengan teknologi kamera yang semakin canggih membantu mereka melakukan berbagai inovasi teknik. Tema dokumenter pun makin meluas dan lebih khusus, seperti observasi sosial, ekspedisi dan eksplorasi, liputan even penting, etnografi, seni dan budaya, dan lain sebagainya.

Sineas Swedia, Arne Sucksdorff menggunakan lensa telefoto dan kamera tersembunyi untuk merekam kehidupan satwa liar dalam The Great Adventure (1954); Oceanografer Jeacques Cousteau memproduksi beberapa seri film dokumenter kehidupan bawah laut, seperti The Silent World (1954); Observasi kota tampak melalui karya Frank Stauffacher, Sausalito (1948) serta Francis Thompson, N.Y., N.Y. (1957). Mengikuti gaya eksotis Flaherty, John Marshall memproduksi The Hunters (1956) mengambil lokasi di gurun Kalihari di Afrika. Lalu Robert Gardner memproduksi salah satu film antropologis penting, Dead Birds (1963) yang menggambarkan suku Dani di Indonesia dengan ritual perangnya. Di Perancis, beberapa sineas berpengaruh seperti Alan Resnais, Georges Franju, serta Chris Marker lebih terfokus pada masalah seni dan budaya. Resnais mencuat namanya setelah filmnya, Van Gogh (1948) meraih penghargaan di Venice dan Academy Award. Franju memproduksi beberapa film dokumenter berpengaruh seperti Blood of the Beast (1948) dan Hotel des invalides (1951). Sementara Marker memproduksi Sunday in Peking (1956) dan Letter from Siberia (1958).

Direct Cinema
..
Pada akhir 50-an hingga pertengahan 60-an perkembangan film dokumenter mengalami perubahan besar. Dalam produksinya, sineas mulai menggunakan kamera yang lebih ringan dan mobil, jumlah kru yang sedikit, serta penolakan terhadap konsep naskah dan struktur tradisional. Mereka lebih spontan dalam merekam gambar (tanpa diatur), minim penggunaan narasi dengan membiarkan obyeknya berbicara untuk mereka sendiri (interview). Pendekatan ini dikenal dengan banyak istilah, seperti “candid” cinema, “uncontrolled” cinema, hingga cinéma vérité (di Perancis), namun secara umum dikenal dengan istilah Direct Cinema. Beberapa faktor yang mempengaruhi munculnya tren ini, yakni gerakan Neorealisme Italia yang menyajikan keseharian yang realistik, inovasi teknologi kamera 16mm yang lebih kecil dan ringan, inovasi perekam suara portable, serta pengisi acara televisi yang popularitasnya semakin tinggi. Pendekatan Direct Cinema terutama banyak digunakan sineas asal Amerika, Kanada, dan Perancis.

Di Amerika, pengusung Direct Cinema yang paling berpengaruh adalah Robert Drew, seorang produser yang juga jurnalis foto. Drew membawahi beberapa sineas dokumenter berpengalaman seperti, Richard Leacock, Don Pannebaker, serta David dan Albert Maysles. Drew memproduksi film-film dokumenter yang lebih ditujukan untuk televisi, satu diantaranya yang paling berpengaruh adalah Primary (1960). Film ini menggambarkan kontes politik antara John Konnedy dan Hubert Humprey di Wisconsin. Drew bersama para asistennya merekam momen demi momen secara spontan. Secara bergantian kamera mengikuti kemana pun dua politisi tersebut pergi, di tempat kerja, bertemu publik di jalanan, berpidato, dan bahkan ketika tengah bersantai di hotel. Dalam perkembangan Leacock, Pannebaker, dan Maysles meninggalkan perusahaan milik Drew dan membentuk perusahaan mereka sendiri. Beberapa diantaranya memproduksi film-film dokumenter penting, seperti What’s Happening! The Beatles in New York (1964) arahan Maysles Bersaudara yang dianggap merupakan film dokumenter Amerika pertama tanpa penggunaan narasi sama sekali.

Di Perancis, salah satu pengusung cinéma vérité yang paling berpengaruh adalah Jean Rouch. Salah satu karyanya yang dianggap paling berpengaruh (bahkan di dunia) adalah Cronicle of a Summer (1961). Rouch berkolaborasi dengan sosiologis, Edgar Morin menggunakan pendekatan baru cinéma vérité, yakni tidak hanya semata-mata melakukan observasi dan bersimpati namun juga provokasi. “You push these people to confess themselves… it’s very strange kind of confession in front of the camera, where the camera is, let’s say, a mirror, and also a window open to the outside” ungkap Rouch. Dalam filmnya tampak Morin berdiskusi dengan pelajar serta para pekerja di Kota Paris tentang kehidupan mereka dengan melayangkan pertanyaan kunci, “Are you happy?”. Rouch membiarkan subyeknya mendefinisikan sendiri masalah mereka secara alamiah melalui performa mereka di depan kamera.
..
Sejak pertengahan 60-an, pengembangan teknologi kamera 16mm dan 35 mm yang semakin canggih serta ringan makin menambah fleksibilitas para pengusung Direct Cinema. Sejak awal 60-an, hampir semua sineas dokumenter telah menggunakan teknik kamera handheld untuk merekam segala peristiwa. Direct Cinema juga berpengaruh pada perkembangan film fiksi secara estetik melalui gerakan new wave, seperti di Perancis. Para sineas new wave seringkali menggunakan kamera handheld, pencahayaan yang tersedia, kru yang minim, serta shot on location. Bahkan film-film (fiksi) mainstream pun seringkali mengadopsi teknik Direct Cinema untuk menambah unsur realisme sebuah adegan. Pendekatan Direct Cinema secara umum berpengaruh perkembangan seni film di dunia terutama pada era 60-an dan 70-an.
..
Warisan Direct Cinema dan Perkembangannya Hingga Kini

Dalam perkembangannya, Direct Cinema terbukti sebagai kekuatan yang berpengaruh sepanjang sejarah film dokumenter. Berbagai pengembangan serta inovasi teknik serta tema bermunculan dengan motif yang makin bervariasi. Salah satu bentuk variasi dari Direct Cinema yang paling populer adalah “rockumentaries” (dokumentasi musik rock). Rockumentaries memiliki bentuk serta jenis yang beragam. Let it Be (1970) memperlihatkan grup musik legendaris The Beatles yang tengah mempersiapkan album mereka.Woodstock: Three Days of Peace & Music (1970) garapan Michael Wadleigh merupakan dokumentasi dari festival musik tiga hari di sebuah lahan pertanian yang menampilkan beberapa musisi rock papan atas. Woodstock sering dianggap sebagai film dokumenter musik terbaik sepanjang masa dan menjadi dasar berpijak bagi film-film dokumentasi sejenis berikutnya. Pada dekade mendatang, This is Spinal Tap (1984) merupakan sebuah parodi rockumentary yang terbukti paling sukses komersil pada masanya.

Tradisi Direct Cinema juga tampak pada film-film kontroversial karya Fredrick Wiseman. Film-filmnya banyak bersinggungan dengan kontrol sosial, berkait erat dengan birokrasi dan bagaimana masyarakat dibuat frustasi olehnya. Dalam film debutnya, High School (1968) memperlihatkan bagaimana para siswa berontak melawan birokrasi di sekolah mereka. Maysles Bersaudara memproduksi film “Direct Cinema” Amerika berpengaruh, Salesman (1966) yang menggambarkan seorang salesman yang gagal. Sejak era 70-an, format film dokumenter mulai berubah melalui kombinasi pendekatan Direct Cinema, kompilasi footage, narasi, serta iringan musik. Salah satu sineas yang mempelopori format kombinasi ini adalah Emile De Antonio melalui film anti perangnya, Vietnam: In the Year’s of the Pig (1969). Dalam perkembangannya format ini mendominasi gaya film dokumenter selama beberapa dekade ke depan. Munculnya format digital juga semakin memudahkan siapa pun untuk memproduksi film dokumenter. Kritik sosial dan politik, lingkungan hidup, serta keberpihakan kaum minoritas masih menjadi menu utama tema film dokumenter beberapa dekade ke depan.

Beberapa sineas dokumenter berpengaruh muncul selama periode 70-an hingga kini. Erol Morris memproduksi film-film dokumenter unik dengan tema dan subyek yang tak lazim, seperti Gates of Heaven(1978), The Thin Blue Line (1988), serta Mr. Death (2000). Barbara Kopple dikenal melalui filmnya bertema demonstasi buruh, yakni, Harlan County, USA (1976) dan American Dream (1990). Michael Moore gemar melakukan kritik sosial dan politik melalui film-filmnya Roger and Me(1989), Bowling for Columbine (2001), Fahrenheit 9/11 (2004) sertaSicko. Kevin Rafferty dikenal melalui film-filmnya seperti The Atomic Café (1982) dan The Last Cigarettes (1999). Pendekatan eksotis Flaherty juga masih tampak dalam film peraih Oscar, March of the Penguins (2005) yang tercatat sebagai film dokumenter terlaris sepanjang masa. Selama sejarah perkembangannya, film dokumenter terbukti dapat lebih manipulatif ketimbang film-film fiksi komersil. Film dokumenter melalui penyajian dan subyektifitasnya seringkali cenderung menggiring kita untuk memihak. Masalah etika dan moral selalu dipertanyakan. Sineas dokumenter seyogyanya tidak hanya mampu menyajikan fakta namun juga kebenaran.

Selasa, 20 Desember 2011

Manfaat Buah Tropis

Selain enak untuk dimakan, buah tropis seperti markisa, kiwi dan jambu juga bermanfaat untuk membuat penampilan kita terlihat lebih cantik, fresh dan sehat. Penasaran? Buktikan di sini..

Buah Kiwi
Mengonsumsi 1 buah kiwi memberikan 95% angka kecukupan gizi vitamin C yang diperlukan tubuh setiap hari. Vitamin C meningkatkan kolagen, sejenis protein yang menghaluskan kulit dan menguatkan jaringan penghubungnya. Buah yang kulitnya berbulu ini juga kaya vitamin E, yang berkhasiat melembabkan lapisan permukaan kulit sehingga kulit tampak cerah dan mulus.







Buah Kelapa
Kelapa mengandung minyak yang dapat membantu menurunkan berat badan. Khasiat ini berasal dari lemak khusus yang disebut medium chain triglycerides (MCT) yang meningkatkan energi, menstabilkan gula darah dan membantu mengeluarkan lemak dari liver. Riset menemukan, MCT dapat meningkatkan metabolisme pembakar lemak sampai 50%.







Buah Pepaya
Pepaya kaya akan papain, yaitu sejenis enzim yang membantu memecah protein yang sulit dicerna. Hal ini mencegah gas dan kembung, serta mengatasi gangguan pencernaan.










Buah Markisa
Buat kamu yang susah tidur, sepertinya harus mencoba mengkonsumsi buah ini. Markisa kaya akan kandungan Vitamin B, yang menenangkan dan potassium yang membuat sistem syaraf rileks. Makan 1 buah markisa sebelum tidur dapat membuat tidurmu lebih nyenyak dan mimpi indah.








Buah Jambu Biji
Jambu biji mengandung antioksidan paling tinggi dibanding buah lainnya. Senyawa di dalam jambu biji berkhasiat menetralisir toksin seperti polusi dan bahkan asap rokok, sehingga toksin ini tidak merusak sel, membantu mencegah penuaan dan penyakit. Lucia Leaf – Foto: Istimewa



Senin, 19 Desember 2011

10 Makanan Yang Menjaga Jantung Tetap Sehat

Jantung merupakan organ yang vital. Oleh karena itu perlu upaya untuk menjaganya tetap sehat dan bekerja dengan baik. Kalau kita sudah terkena penyakit jantung maka resiko kematiannya sangat tinggi. Maka kita harus pandai-pandai menjaga kesehatan jantung kita sejak dini.


Merawat jantung memang tidak mudah. Tapi, merawat kesehatan jantung bisa kita lakukan dengan cara mengatur pola makan kita. Nah! Berikut ada 10 makanan yang mampu menjaga kesehatan jantung kita:

1. Oatmeal
Awali hari Anda dengan semangkuk sereal gandum hangat yang kaya akan omega 3, asam lemak, folat, dan kalium. Ini super kaya serat dapat menurunkan kadar LDL (atau buruk) kolesterol dan membantu menjaga arteri tetap bersih dan sehat.

2. Salmon
Kaya akan asam lemak omega 3, salmon efektif untuk mengurangi tekanan darah dan menjaga pembekuan di teluk. Dua porsi salmon per minggu dapat mengurangi risiko kematian akibat serangan jantung sampai sepertiganya. “Salmon berisi karotenoid astaxanthin, yang merupakan antioksidan yang sangat kuat,” kata ahli jantung Stephen T. Sinatra, MD.Bagi Anda yang bukan penggemar salmon, ada alternatif lain. Minyak ikan lain seperti mackerel, tuna, herring, dan sarden bisa memberikan dorongan yang sama pada jantung.

3. Alpukat
Tambahkan sedikit alpukat untuk salad sandwich atau bayam untuk menambah jumlah lemak jantung sehat dalam diet Anda. Dikemas dengan lemak tak jenuh tunggal, alpukat dapat membantu menurunkan kadar LDL sekaligus meningkatkan jumlah kolesterol HDL dalam tubuh Anda. “Alpukat itu menakjubkan,” kata dr. Sinatra. “Mereka memungkinkan penyerapan karotenoid lain – terutama beta-karoten dan likopen -. yang penting untuk kesehatan jantung”

4. Minyak zaitun
Penuh lemak tak jenuh tunggal, minyak zaitun menurunkan kolesterol jahat LDL dan mengurangi resiko terkena penyakit jantung. Hasil dari penelitian pada tujuh negara, yang melihat insiden penyakit kardiovaskular di seluruh dunia, menunjukkan bahwa sementara laki-laki di Crete memiliki kecenderungan memiliki tingkat kolesterol tinggi, relatif sedikit meninggal akibat penyakit jantung karena diet mereka terfokus pada lemak jantung-sehat yang ditemukan pada minyak zaitun. Gunakan minyak zaitun sebagai pengganti mentega.

5. Kacang-kacangan
Kacang kenari penuh omega-3, asam lemak dan, bersama dengan almond dan kacang macadamia, sarat akan lemak tak jenuh. “Kacang juga meningkatkan serat dalam makanan, dan seperti minyak zaitun, mereka adalah sumber lemak sehat,” kata dr. Sinatra.

6. Buah Berry
Blueberry, raspberry, stroberi – apapun jenis buah berry yang Anda sukai – penuh dengan zat anti-peradangan yang akan mengurangi risiko penyakit jantung dan kanker. “Blackberry dan blueberry sangat bagus untuk kesehatan pembuluh darah,” kata dr. Sinatra.

7. Kacang Polong
Terkandung dalam serat pada kacang, buncis, dan kacang hitam. Mereka dikemas dengan omega-3 asam lemak, kalsium, dan serat larut.

8. Bayam
Bayam dapat membantu menjaga jantung Anda dalam keadaan prima, khususnya dalam penyimpanan lutein, folat, kalium, dan serat. Tapi porsi yang berlebihan dari setiap sayuran pasti akan memberikan tekanan pada jantung Anda. Sebuah penelitian kesehatan fisik memeriksa lebih dari 15.000 pria tanpa penyakit jantung selama jangka waktu 12 tahun. Mereka yang setidaknya dua setengah porsi sayuran setiap hari mengurangi risiko penyakit jantung sekitar 25 persen, dibandingkan dengan orang-orang yang tidak makan sayuran.

9. Biji Rami
Penuh serat, omega 3, omega 6, dan asam lemak. Sedikit taburan biji rami dapat menyehatkan bagi jantung Anda. Semangkuk oatmeal atau sereal gandum dengan sedikit biji rami cocol sebagai sarapan utama untuk jantung sehat.

10. Kedelai
Kedelai dapat menurunkan kolesterol dan rendah lemak jenuh, sehingga kedelai masih menjadi sumber besar protein untuk diet jantung sehat. Carilah sumber-sumber alam kedelai, seperti edamame, tempe, atau tahu sutra organik. Susu kedelai juga merupakan tambahan yang bagus untuk semangkuk sereal oatmeal atau gandum. Tapi waspadai pula kadar garam dalam kedelai Anda: beberapa varietas olahan seperti anjing kedelai mengandung tambahan natrium, yang bisa meningkatkan tekanan darah.

Minggu, 18 Desember 2011

Cara Membuat Antibiotik Alami

Kita sering membeli obat antibiotik di toko obat atau apotek, tanpa tahu apa bahan pembuatnya. Tanpa kita sadari ternyata di sekitar kita ada bahan-bahan alami yang bisa befungsi sebagai antibiotik bagi tubuh. Apa saja?


Obat antibiotik biasanya digunakan untuk meringankan atau mencegah infeksi pada luka. Dengan obat antibiotik ini, penyebaran kuman bisa teratasi. Ternyata ada juga bahan alami yang bisa digunakan untuk membuat obat antibiotik.

Berikut bahan-bahan alami yang bisa digunakan untuk antibotik alami. Simak baik-baik yah..!! :)

1. Minyak Oregano

Beberapa studi dan penelitian mengklaim kalau minyak oregano adalah rajanya antibiotik alami. Minyak oregano ini memiliki manfaat antibiotik yang sangat kuat dibanding bahan yang lainnya. Minyak oregano mampu membunuh 90% bakteri pneumococcus dan bakteri lainnya. Anda tidak perlu susah-susah meraciknya, karena bahan ini sudah berbentuk minyak.

2. Ekstrak Daun Zaitun.

Daun Zaitun dikenal juga sebagai alternatif antibiotik alami lain, yang sangat ampuh menangani virus. Drs O dan B. Lee dari Department of Biomedical Science di CHA University Korea menemukan bahwa daun zaitun ini berpotensi besar melawan serangan virus dan mikroba serta radikal bebas. Cara mengolahnya, tumbuk daun zaitun sampai hancur dan halus seperti krim.

3. Bawang Putih

Sebagian dari Anda mungkin sudah tahu bahwa bawang putih adalah antibiotik alami yang ramah dan mudah ditemukan di dapur. Kandungan potasium dan germaniumnya sangat baik untuk pencernaan. Bawang putih juga mengandung zat yang komposisinya mirip dengan sulfur, yang diberi nama allicin. Zat tersebut dapat memacu immune tubuh. Dengan begitu sistem kekebalan tubuh akan meningkat.
Tak heran bila menu Chinese food banyak mengandalkan bawang putih sebagai bumbu dasarnya.
Itulah bahan-bahan alami yang bisa digunakan untuk antibiotik atau obat anti infeksi. Bagaimana, apakah Anda tertarik untuk mencoba membuatnya di rumah?